🌿 KHUTBAH PERTAMA

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Saya berwasiat kepada diri saya pribadi dan kepada jamaah sekalian, marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah ﷻ dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya dalam setiap keadaan.

Hadirin yang dimuliakan Allah,

Kehidupan yang sedang kita jalani ini pada hakikatnya sangat singkat. Hari demi hari umur kita berkurang. Setiap detik yang berlalu sejatinya membawa kita semakin dekat kepada kematian. Namun sering kali manusia terlena oleh gemerlap dunia, seakan-akan ia akan tinggal selamanya.

Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur'an surat Al-Hadid ayat 20:

اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ...

“Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan, senda gurau, perhiasan, ajang berbangga-bangga, dan berlomba dalam harta serta anak-anak.”

Ayat ini bukan melarang kita mencari nafkah atau membangun kehidupan. Islam tidak mengajarkan kemiskinan. Namun Allah mengingatkan agar dunia tidak menjadi orientasi utama dan tujuan akhir hidup kita.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Jadilah engkau di dunia seperti orang asing atau seorang musafir.”

(HR. Sahih Bukhari)

Seorang musafir tidak akan terlalu sibuk memperindah tempat singgahnya. Ia sadar bahwa ia hanya lewat. Ia fokus pada tujuan akhir perjalanannya. Demikian pula kita—dunia ini hanyalah tempat transit sebelum menuju kehidupan yang kekal.

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Sering kali kita menyaksikan orang yang kemarin masih bersama kita, hari ini sudah terbujur kaku. Rumahnya masih berdiri, hartanya masih tersimpan, keluarganya masih ada, tetapi ia telah pergi sendirian menghadap Allah.

Allah ﷻ juga berfirman dalam Al-Qur'an surat Ali Imran ayat 185:

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati, dan sesungguhnya pada hari kiamatlah disempurnakan balasan kalian.”

Yang akan menemani kita di alam kubur bukanlah harta, bukan jabatan, bukan pula popularitas. Yang menemani hanyalah amal saleh.

Karena itu, sebelum datang waktu yang tidak bisa dimundurkan dan tidak bisa diulang, marilah kita:

Memperbanyak taubat sebelum terlambat

Memperbanyak sedekah sebagai bekal akhirat

Memperbaiki kualitas shalat

Menjaga lisan dari ghibah dan fitnah

Mendidik keluarga agar menjadi penolong kita di akhirat

Semoga Allah menjadikan dunia sekadar sarana, bukan tujuan; sekadar di tangan, bukan bersemayam di hati.

أقول قولي هذا وأستغفر الله العظيم لي ولكم فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم.

🌿 KHUTBAH KEDUA

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Kembali saya mengingatkan diri saya dan jamaah sekalian agar senantiasa bertakwa kepada Allah ﷻ.

Gunakan sisa umur yang Allah berikan untuk memperbanyak amal kebaikan. Jangan sampai kita menjadi orang yang menyesal ketika ajal tiba, seraya berkata, “Ya Allah, kembalikan aku ke dunia walau sebentar untuk beramal saleh.” Namun saat itu penyesalan sudah tidak berguna.

Orang yang cerdas adalah yang mampu menahan hawa nafsunya dan menyiapkan bekal untuk kehidupan setelah kematian.

🤲 Doa

اللَّهُمَّ اجْعَلِ الدُّنْيَا فِي أَيْدِينَا وَلَا تَجْعَلْهَا فِي قُلُوبِنَا

اللَّهُمَّ حَاسِبْنَا حِسَابًا يَسِيرًا

اللَّهُمَّ اخْتِمْ لَنَا بِالْحُسْنَى وَأَجِرْنَا مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَl

فَاذْكُرُوا اللَّهَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ

أَقِمِ الصَّلَاةَ


#Informasi Amal

Bagi jamaah yang ingin menambah bekal akhirat melalui sedekah subuh untuk sahur para santri penghafal Al-Qur’an di Pondok Pesantren Nurul Ummah, dapat menyalurkan melalui:

Bank BSI:

7212000978 (Infak)

7212000986 (Zakat)

a.n. LAZNAS Dewan Dakwah Sahabat Umat

Layanan jemput donasi: 085647823581


Semoga Allah menerima amal ibadah kita semua dan menjadikannya pemberat timbangan kebaikan di hari akhir. Aamiin 🌿