السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ.
Amma ba’du…
Hadirin kaum muslimin rahimakumullāh,
Marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah ﷻ dengan sebenar-benar takwa. Bersyukur kita masih diberi umur, kesehatan, dan kesempatan untuk bertemu dengan bulan suci Ramadhan 1447 Hijriyah. Tidak semua orang mendapatkan nikmat ini.
🌙 Isi Kultum
1️⃣ Ramadhan: Bulan Pendidikan Jiwa dan Perubahan
Allah ﷻ berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
(QS. Al-Baqarah: 183)
Tujuan puasa adalah la’allakum tattaqūn — agar kita menjadi orang yang bertakwa.
Takwa bukan hanya rajin ibadah saat Ramadhan, tetapi menghadirkan rasa diawasi Allah dalam setiap keadaan. Puasa melatih kita jujur. Ketika kita sendirian dan haus, tidak ada yang melihat jika kita minum. Namun kita tetap menahan diri karena yakin Allah melihat.
Itulah pendidikan terbesar dari puasa: membangun integritas dan kejujuran hati.
Ramadhan juga melatih kesabaran. Lapar dan haus bukan sekadar rasa fisik, tapi latihan mengendalikan emosi. Maka orang yang berpuasa seharusnya lebih lembut lisannya, lebih sabar sikapnya, dan lebih baik akhlaknya.
Kalau sebelum Ramadhan kita mudah tersinggung, setelah Ramadhan kita harus lebih tenang.
Kalau sebelum Ramadhan masih lalai shalat berjamaah, setelah Ramadhan harus lebih istiqamah.
Kalau sebelum Ramadhan jarang sedekah, setelah Ramadhan hati kita harus lebih ringan memberi.
Ramadhan bukan sekadar rutinitas tahunan, tapi momentum naik kelas iman.
2️⃣ Ramadhan: Bulan Al-Qur’an, Bulan Hidayah
Allah ﷻ berfirman:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ
(QS. Al-Baqarah: 185)
Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia.
Karena itu para ulama memperbanyak tilawah di bulan ini. Imam Syafi’i rahimahullah mengkhatamkan Al-Qur’an puluhan kali di bulan Ramadhan. Para salafus shalih menjadikan Ramadhan sebagai musim Al-Qur’an.
Ada kisah sahabat Nabi ﷺ, Jubair bin Mut'im. Ketika ia masih musyrik, ia pernah mendengar Rasulullah ﷺ membaca Surah At-Tur dalam shalat Maghrib. Saat sampai pada ayat:
“Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatu ataukah mereka yang menciptakan diri mereka sendiri?”
Hatinya bergetar hebat. Ia berkata, “Hampir saja hatiku terbang saat itu.” Dari sinilah benih hidayah mulai tumbuh dalam dirinya.
Ini menunjukkan bahwa Al-Qur’an memiliki kekuatan luar biasa. Ia bukan sekadar bacaan, tetapi cahaya yang menembus hati.
Maka di bulan Ramadhan ini, jangan hanya membaca Al-Qur’an untuk mengejar khatam, tapi juga renungkan maknanya. Satu ayat yang dipahami dan diamalkan lebih berharga daripada banyak ayat yang hanya lewat di lisan.
3️⃣ Ramadhan: Bulan Ampunan dan Kesempatan Terakhir
Rasulullah ﷺ mengingatkan bahwa celaka orang yang masuk Ramadhan lalu keluar darinya tanpa mendapatkan ampunan Allah.
Ramadhan adalah bulan maghfirah. Pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, setan-setan dibelenggu. Artinya suasana kebaikan sangat mendukung.
Namun pertanyaannya:
Apakah kita benar-benar memanfaatkannya?
Berapa banyak waktu Ramadhan yang habis hanya untuk bermain gadget, menonton hal yang sia-sia, atau tidur berlebihan? Padahal setiap detiknya adalah kesempatan pahala.
Kita tidak tahu apakah Ramadhan tahun ini adalah Ramadhan terakhir kita. Banyak saudara kita yang tahun lalu masih bersama kita, kini telah berada di alam kubur.
Karena itu, mari kita isi Ramadhan dengan:
Shalat tepat waktu dan berjamaah
Qiyamul lail dan tarawih
Sedekah terbaik kita
Meminta maaf dan memperbaiki hubungan
Memperbanyak doa di waktu mustajab
Jangan sampai Ramadhan berlalu tanpa perubahan nyata dalam hidup kita.
🎯 Penutup
Hadirin yang dirahmati Allah,
Ramadhan adalah hadiah istimewa dari Allah untuk kita. Jangan sia-siakan kesempatan emas ini. Jadikan bulan suci ini sebagai titik balik kehidupan kita. Mari kita perbaiki hubungan dengan Allah, perbaiki hubungan dengan sesama manusia, dan perbaiki akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
Semoga setelah Ramadhan berlalu, kita bukan kembali seperti semula, tetapi menjadi pribadi yang lebih sabar, lebih ikhlas, lebih rajin beribadah, dan lebih takut kepada Allah dalam setiap langkah kehidupan kita.
Mudah-mudahan Ramadhan 1447 H ini menjadi Ramadhan terbaik sepanjang hidup kita.
🤲 Doa Penutup (Bahasa Indonesia)
Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang,
Sampaikanlah kami pada keberkahan Ramadhan dan bantulah kami untuk menjalankan puasa dan ibadah dengan penuh keikhlasan.
Ya Allah, ampuni dosa-dosa kami, dosa kedua orang tua kami, keluarga kami, dan kaum muslimin seluruhnya.
Terimalah amal ibadah kami, lipatgandakan pahala kami, dan jadikan kami termasuk hamba-hamba-Mu yang Engkau bebaskan dari api neraka.
Ya Allah, jadikan Al-Qur’an sebagai cahaya dalam hati kami, penenang jiwa kami, dan petunjuk dalam hidup kami.
Kuatkan iman kami, istiqamahkan langkah kami, dan wafatkan kami dalam keadaan husnul khatimah.
Kabulkan doa-doa kami ya Allah, Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan.
Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Sedekah shubuh untuk Sahur para santri penghafal quran di ponpes Nurul Ummah bisa ke Rek berikut:
1. Bank BSI no rek 7212000978 (infak)
2. Bank BSI no rek 7212000986 (zakat)
an. LAZNAS DEWAN DAKWAH SAHABAT UMAT
📞 Layanan jemput donasi Mbah Muslim: 085647823581